PUISI

KISAH PUTRI DAN PANGERAN NIRWANA

Aneka warna menyinari. Fakta dirimu selalu di hati. Rasa ini tak akan mati. Ingin ku sapa bila berjumpa. Aku kukuh mempertahankan. Namun ku lemah di hadapan. Syair kasih sejati. Ingin ku bawa sampai mati.

Jangan larutkan aku dalam khayalan. Karena bisa membuatku terjerat dalam lamunan. Tapi.. larutkan aku dalam nyata.

Pohon kenyataan dapat berbuah manis dan dapat berbuah masam. Sedangkan pohon khayalan akan berbuah manis selalu. Dengan syair yang merdu yang dapat didengar dengan telinga kita. Sekarang bagaimana mewujudkan pohon kenyataan yang berbuah manis itu?

Jika ingin pohon itu berbuah manis, maka matangkanlah dirimu dan jagalah dari perubahan yang lebih buruk. Jadilah cahaya agar pohon itu berbuah manis.

Cahaya dapat membias menjadi pelangi. Yang akan mewarnai hari-hari mu. Apakah Putri Nirwana dapat menerima Pangeran yang berasal dari kerajaan yang baru merintis.

Cinta memiliki jemari yang sehalus sutra, tapi kukunya yang lentik meremas jantung dan membuat manusia menderita karena duka. Dan cinta adalah sekumpulan duka yang terangkan dalam pujian do’a. Membumbung keangkasa bersama harum aroma dupa. Tapi.. bagaimana caranya Putri Nirwana mau merintis bersama sang Pangeran? Sedangkan Putri Nirwana tak tahu siapa sang Pangeran. Karena sang Pangeran masin tersembunyi di balik tabir rahasianya.

Pangeran sedang bersyair. Akan muncul bila sang Putri Nirwana memerlukan keindahan dunia. Yang membuat hati berbunga semerbak mewangi. Pangeran akan datang. Kapan Putri menyambut keradiran raja.

Putri Nirwana akan selalu menunggu kehadiran sang Pangeran. Kapan pun sang Pangeran mau.

Dalam kesendirian.. Pangeran sedang bertapa, merenung. Pantaskah Pengeran menjunpai Putri Nirwana? Pangeran sedang mencari waktu yang tepat untuk menjumpai Putri. Pangeran akan bertanya pada Luna muda yang sedang purnama. Apakah Putri sabar menanti?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: